|
Akhir-akhir ini banyak terjadi pencurian mobil. Pencuri-pencuri tersebut
sepertinya tak habis kehilangan akal untuk melancarkan aksinya. Salah
satunya dengan mencongkel mobil untuk bisa mengambil apa saja yang berharga
di dalam mobil. Kita pemilik mobil dibuat was-was karenanya.
Teknik membuka mobil yang akan
dicuri pun bisa bermacam-macam. Biasanya sih, cara yang paling sering
digunakan yaitu :
-
Dengan menyelipkan kawat atau
penggaris ke celah antara kaca dan dinding pintu mobil bagian luar.
Kemudian perkakas tadi dipakai untuk menekan atau mencongkel setang-setang
di dalam pintu dan membebaskan kuncinya. Begitu setang pembuka kunci pintu
tercongkel atau tertekan, kuncinya akan segera terbuka.
-
Melalui lampu belakang
kendaraan, yang hanya tertutup dengan panel interior. Cara tersebut sering
digunakan oleh pencuri bertangan langsing. Begitu lampu belakang terbuka,
ia akan menyelipkan tangannya melalui panel. Lalu dengan mudah kunci pintu
dapat dibuka dari dalam.
Ada beberapa trik yang dapat
kita gunakan untuk mengakali para pencuri tersebut. Kita nggak boleh kalah
pintar dong dengan pencurinya. Caranya :
Kita akan membuat supaya kawat
atau penggaris susah nyelip di celah antara dinding dan kaca dengan sekat
pembatas. Untuk itu kita butuh bantuan beberapa alat dan bantuan tukang
las. Caranya :
-
Angkat karet penutup celah
di sebelah luar (outer wheater strip). Tapi ingat jangan sampai bengkok,
karena akan sulit untuk meluruskannya kembali. Ukur lebar celah yang
akan diberi sekat dari sebelah dalam. Ukur pula jarak antara bibir pelat
pada dinding pintu dengan kaca. Jika sudah diketahui ukurannya kurangi
2-3 mm, supaya ujung pelat tidak menggores permukaan kaca. Hasil
terakhir ini yang akan dipakai untuk jiplakan.
-
Buat pola di atas kertas
karton sesuai dengan hasil ukuran lebar dan jarak celah dinding pintu ke
kaca dengan melebihkan lebar pola kira-kira 3-5 mm. Bagian ini nantinya
dipakai sebagai bagian pelat yang menempel pada bibir pelat pintu. Beri
arsir untuk membedakannya.
-
Aplikasikan garis pada calon
sekat, kemudian potong pelat sesuai dengan polanya. Ingat, jangan sampai
ada bagian yang menonjol. Bila ada yang menonjol, haluskan dengan
ampelas atau gerinda.
-
Pelat yang telah sama dengan
polanya tinggal ditempelkan di bibir pelat pintu. Dengan cara
membengkokkan pelat sesuai bagian yang diarsir. Hasilnya berbentuk L
jika dilihat dari samping. Lumuri sekat dengan cat supaya tidak diserang
rayap atau karat.
-
Untuk menempelkannya, las
sekat tersebut pada bibir pelat bawah pintu. Awas, jangan sampai titik
pengelasan mengganggu gerak naik turun kaca jendela. Tutup titik
pengelasan dengan cat agar tak mudah berkarat. Lalu pasang kembali karet
penutup selahnya.
-
Copot lampu, lalu ukur
panjang dan lebarnya baru kemudian buat pola di atas kertas. Pindahkan
pola ke atas pelat besi. Potong pelat sesuai pola, jangan sampai
melebihi garis jiplakan agar pelat tak susah dipasang.
-
Gosok pelat dengan ampelas,
beri air sedikit demi sedikit agar permukaan pelat halus dan rata
Keringkan terlebih dahulu baru dicat, agar tidak terserang karat.
-
Kemudian las pelat pada bodi
mobil, dengan hati-hati agar tidak merusak komponen mobil yang lainnya.
Sewaktu mengelas tutup bagian yang terkena api panas dengan kain basah.
-
Cat lagi pelat dan titik
pengelasannya agar tidak terjadi pengelupasan cat karena las dan
terhindar dari korosi. Yang terakhir pasang kembali lampunya.
|